Rabu, 28 Desember 2011

filsafat cina

FILSAFAT CINA


1. Ciri-ciri filsafat Cina:
a. berkaitan dengan sastra: kesusasteraan dan tulisan lahir dalam waktu bersamaan antara abad 8 atau 9. Di Cina budayawan adalah orang yang terpelajar dan filsafat bagian utamanya. Seorang penulis prosa menganggap dirinya adalah filsuf dan berkeinginan untuk menyumbangkan sesutau untuk pengetahuan.sedangkan di Cina seorang filsuf juga seorang sastrawan, mereka menuliskan pemikiran-pemikirannya melalui karya sastra. Keterkaitan filsafat Cina dengan sastra yaitu seorang yang belajar filsafat Cina maka ia harus mempelajari sastra Cina. Di sinilah terjadi perbedaan antara filsuf barat dan timur. Filsuf barat kecuali yang beraliran eksistensialis ditulis dalam bentuk diskurtif.
b. lebih antroposentris dibanding filsafat barat dan filsafat India
c. lebih pragmatis. Selalu mengajarkan bagaimana orang bertindak agasr terjadi keseimbangan antara dunia dan surge.

2. Periodisasi filsafat Cina:
a. Zaman klasik (600 - 200 SM):
Di zaman ini khususnya dimasa dinasti Zhou berkembanglah filsafat Cina kuno, periode ini ditandai oleh adnya seratus madzab filsafat:seratus aliran yang semuanya mempunyai ajaran yang berbeda. Aliran ini dikelompokkan kedalam 6 aliran besar yaitu :
Taoisme (aliran Taoisme)
Diajarkan oleh Lao Tse (guru Tua) hidup sekitar 550 SM,menentang ajaran konfusianisme. Tao bukan jalan manusia tetapi jalan alam. Pranata dan konvensi social harus ditinggalkan.manusia harus menarik diri dari peradaban dan kembali ke alam. Menjunjung tinggi tao dan alam sehingga taoisme disebut juga naturalistic. Para penganut ajaran ini menganggap alam adalah tempat menarik diri, mencita-citakan kehidupan yang sederhana, dengan inti ajaran wu wei. Taoisme pecah menjadi dua, masing-masing dipelopori oleh Zhuang Zi (350-275 SM) dan Yang Zhu (abad V dan VI).
Konfusianisme (aliran Ru)
Didirikan oleh kong fu tse artinya guru dari suku kung (551-497SM),bermula dari ajaran konfusius kemudian dikembangkan oleh mensius atau Meng Zi (371 289 SM) dan Xun Zi (298-238 SM). Konfusianisme lahir di tengah anarki sosial dan intelektual. Menurut konfusius tindakan hirarki bukanlah hakikat masyarakat dan peradaban. Rakyat diajarkan untuk memelihara pranata social dan kulturalnya dan kembali ke li (tata upacara) dari zaman dinasti Zhou awal. Konfusius mengambil kitab dari tempat penyimpananya kemudian menunjukkan kepda umum, mengubah aneka tata cara dan kebiasaan feodal menjadi system etika.inti ajaran Tao( ‘jalan’ sebagai prinsip utama dari kenyataan) merupkan jalan manusia. Dengan kehidupan yang baik, manusia menjadikan tao luhur dan mulia. Kehidupan baik dapat dicapai dengan perikemanusiaan(yen). Ajaran konfusius diteruskan oleh mensius dan Xun Zi. Mensius mengajarkan bahwa kodrat manusia itu baik berdasarkan ren dan yi. Ren adalah prinsip tepat untuk mengawasi gerak internal, yi adalah cara tepat untuk membimbing tindakan eksternal. Xun Zi adalah eksponon ajaran konfusius tapi mengkritik mensius,khususnya mengenai kodrat manusia. Mensius seorang idealis dan Xun seorang realis. Xun menganggap bahwa pada dasarnya kodrat manusia itu jelek. Dia menempatkan fungsi dan hak istimewa Negara ditempat yang amat tinggi, seperti kaum legalis sehingga Xun Zi tidak dihormati.
Mohisme (aliran Mohis)
Mohisme didirikan oleh Mo Tse dan Mo Zi (470-391) aliran ini bersifat utilitaristis dan pragmatis, artinya seburuk-buruknya suatu tindakan bergantung pada pertimbangan untung ruginya. Mahoisme untuk kalangan rakyat bertentangan dengan konfusianisme dan taoisme yang bersifat aristokratik.inti ajaran untung adalah apa yang inigin orang miliki dan rugi adalah apa yang orang tak ingin dimiliki. Kata Mo Zi untung artinya apa yang menghasilkan lebih banyak kebaikan daripada kejahatan, rugi artinya apa yang menghasilkan lenih banyak kejahatan daripada kebaikan. Sehingga manusia harus sering-sering meninggalkan keuntungan jika pada akhirnya akan menimbulkan kerugian, dan manusia harus siap menghadapi kerugian jika pada akhirnya kerugian membawa pada kebaikan.mohisme mengajarkan cinta universal. Rakyat Cina harus percaya bahwa sang langit sebagai daya aktif yang memberikan cinta kepada semua orang, karena baginya sang langit yang paling berguna bagi keuntungan Negara dan rakyat. Mo Zi menentang kemewahan, upacara pemakaman yang boros, masa berkabung yang panjang, dan upacara-upacara feudal yang menghamburkan kekayaan.
Legalisme (aliran Fa)
Aliran Fa dikaitkan dengan nama Guan Zhong. Seorang menteri dari negeri Qi pada abad 7SM. Legalisme menekankan pada sopan santun, keadilan, kejujuran dan penguasaan diri. Legalisme berasal dari ajaran Shi (otoritas) menurut Shen Dao, ajaran Shu menurut Shen Buhai, ajaran Fa (hukum) menurut Shan Yang. Kaum legalis mendukung pemerintahan yang kuat, otokratis, dan menggunakan hukum yang kuat dan otokratis. Aliran ini mengajarkan bahwa politik tidak haarus diawali dengan contoh yang baik dari kaisar atau pembesar lain tapi dari undang-undang yang sangat ketat.
Okultisme (aliran Yin-Yang)
Aliran ini merupakan cabang dari taoisme.mengajarkan tentang adanya prinsip yin (betina) dan yang (jantan), sebagai dua prinsip dalam alam. Interaksi yin dan yang menimbulkan perubahan pada alam semesta. Yin adalah prinsip pasif, prinsip ketenangan, surge, bulan, air, perempuan, symbol dari kematian dan untuk yang dingin. Sedangkan yang adalah prinsip aktif, prinsip gerak, bumi, matahari, laki-laki. Symbol hidup.
Sofisme (aliran Nama-nama)
Disebut juga aliran Ming Chia, mereka menyibukkan diri dengan analisa istilah-istilah dan kata-kata. Disebut juga sekolah dialektik. Aliran ini dapat dibandingkan dengan sofisme dari filsafat Yunani. Ajaran mereka digunakan untuk menganalisa dan mengkritik dalam kaitan dengan masalah kebahasaan.

b. Zaman Neo-Konfusianisme dan Buddhis me (1000 - 1900)
pada abad 3SM hingga tahun 1000 M, Cina disusupi oleh unsure kebudayaan asing. Budhisme dari india setelah bercampur dengan taoisme Cina, berkembang subur dan membayang-bayangi konfusianisme. Perbedaan ungkapan Buddhisme Cina dan Buddhisme di Cina. Buddhisem di Cina menunjukkan buddhismne tradisi di india dan tidak berperan besar dalam filsafat Cina. Diwakili aliran idealis atau Xiang Zhong atau weishi zhong atau aliran vijnavada. Sedangkan biddhisme Cina menunjukkan buddhisme yang dekat dengan Cina, diwakili aliran jalan tengah atau sanlong zhong atau aliran madyamika. Aliran ini mirip dengan taoisme Cina.pertemuan antara jalan tengah dan taoisme melahirkan aliran Chan (dijepang disebut sebagai Zen atau dhyana).jadi chanisme adalah sintesa unsure-unsur budhisme india dan taoisme Cina dan di sebut neo-taoisme. Taoisme dibandingkan dengan nirwana pada buddhisme, para pengikutnya berusaha untuk melalui meditasi, mengidentifikasi budi individu dengan budi semesta.
c. Zaman Modern (1900 - sekarang)
Dalam sejarah Cina periode dinasti Manzhu (1644-1911) dan pemerintahan republic (1911) ditandai skeptisme. Pranata yang sudah mapan, perkawinan, keluarga, masyarakat, Negara, dan hukum dipertanyakan. Masa ini sering dibandingkan dengan renaissance di Eropa. Pada periode ini ada 3 tendensi filsafat Cina:
1) Pengaruh filsafat barat:filsafat barat mulai memasuki Cina, khususnya pragmatism dari John Dewey, dan sesudahnya Karl Max. hal ini deisebabkan adanya terjemahan dari karya-karya pemikir barat ke dalam bahasa Cina seperti karya Tolstoi, Hendrik Ibsen,Guy de Maupassant, Shelley, Emerson, Karl Max, dan Friedrich Angels. Tokoh ini memberikan pengaruh besar pada pembaharuan kehidupan intelektual Cina. Filsafat bergandengan dengan politik, social,religious, dan artistic. Muncul para pemikir yang menekuni studi linguistic dan kritik teks. Munculnya kebudayaan baru yang dipelopori oleh tokoh-tokoh seperti Hu Shi dan Chen Duxiu, para pengagum barat dan terinspirasi dari sikap positivism. Bertujuan untuk membuang konfusionisme yang dianggap mirip dengan kenservatisme masa lampau yang dianggap menghalang-halangi gagasan-gaagsan baru.
2) Kecenderungan untuk kembali pada filsafat pribumi
3) Dominasi fisafat pemikiran Karl Max, Lenin, dan Mao Tse Tsung sejak tahun 1950.

3. Tema utama dalam filsafat Cina:
Harmoni : antara manusia dan sesame, antara manusia dan alam, antara manusia dan surge. Dihindari ekstrim dan dicari jalan tengah

Toleransi : Nampak pada keterbukaan sikap terhadap pendapat yang berbeda. Memungkinkan hidupnya pluriformitas budaya bahkan agama

Kemanusiaan: manusia merupakan pusat dari filsafat china. Manusia mengejar kebahagiaan dunia dengan mengembangkan dirinya dalam interaksi dengan alam dan sesame.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar